Langsung ke konten utama

Kenali Lelaki Melalui Rambutnya

1) RAMBUT LURUS - bijak, seorang yang happy, bergaya, cemburu,dan pandai dalam mengurusan sesuatu tanpa Pertolongan

2) RAMBUT KERINTING TEBAL- kurang bijak, degil, cenburu kuat, romantic, banyak pergaulan dan susah dalam menyelesaikan masalah diri, tidak suka termenung,

3) RAMBUT KERENTING NEGRO- bijak, ego, cemburu buta, romantic, memilih dan mudah mengamuk bila susah hendak selesaikan masalah

4) RAMBUT IKAL MAYANG- bijak, berfikir sebelum melakukan sesuatu, berfikiran terbuka, banyak pergaulan, dan mudah memaaf kan seseorang dengan kesilapan lalu.

5) RAMBUT HALUS/LEMBUT- bijak sangat, memilih, pemaaf, manja, tegas dan cepat melakukan perkerjaan dengan bersungguh-sungguh.

6) RAMBUT SIKIT- bijak, sentiasa berfikiran negatif pada seseorang, ego, dan pandai membuka perniagaan walaupun kecil.

7) RAMBUT PERANG- kurang bijak, berfikiran terbuka, pemaaf, sosial dan bijak lari daripada masalah.

8) RAMBUT TEBAL- bijak, degil, cemburu, romantic, kasar, banyak kawan, dan pandai mengambil hati seseorang.

9) RAMBUT KUSUT- sangat bijak, berfikiran terbuka, banyak pergaulan, garang, susah nak memaafkan seseorang, dan pandai dalam mengurusan sesuatu tanpa pertolongan.

10) RAMBUT BERUBAN-kurang bijak, suka termenung, sosial sikit, berfikiran terbuka dan pandai selesai kan masalah diri.


dari berbagai sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kisah Umar

Suatu hari, Umar  sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu. Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka. Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata : "Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!" "Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini !". Umar segera bangkit dan berkata : "Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka, wahai anak muda?" Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata : "Benar, wahai Amirul Mukminin." "Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar. Pemuda lusuh itu kemudian memulai ceritanya : "Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku di kota ini, ku ikat untaku pada sebuah pohon ...

SUATU SAAT KITA AKAN MENINGGALKAN MEREKA JANGAN MAINKAN SEMUA PERAN

Copas dr salah satu mentor saya : Perenungan atas kejadian bunuh diri kakak beradik di Bandung.  Kedua korban menderita gangguan jiwa setelah ibunya meninggal dunia. SUATU SAAT KITA AKAN MENINGGALKAN MEREKA JANGAN MAINKAN SEMUA PERAN By : * Elly Risman * (Senior Psikolog dan Konsultan, UI) Kita tidak pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi yang mana nanti, maka izinkanlah dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri . Jangan memainkan semua peran, ya jadi ibu, ya jadi koki, ya jadi tukang cuci. ya jadi ayah, ya jadi supir, ya jadi tukang ledeng, Anda bukan anggota tim SAR! Anak anda tidak dalam keadaan bahaya. Tidak ada sinyal S.O.S! Jangan selalu memaksa untuk membantu dan memperbaiki semuanya. #Anak mengeluh karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu, "Sini...Ayah bantu!". #Tutup botol minum sedikit susah dibuka, "Sini...Mama saja". #Tali sepatu sulit diikat, "Sini...Ayah ikatkan". #Kecipratan sedikit minyak...

JANGAN PERNAH MENAGIH HUTANG

Seorang ayah berpesan pada kedua anaknya, Ingat 2 hal ini ya.. Pertama, jangan pernah kamu menagih piutang Kedua,  jangan pernah tubuhmu terkena terik matahari secara langsung 5 tahun berlalu setelah sang ayah wafat, Sang ibu datang menengok anak sulungnya  “Wahai anak sulungku kenapa kondisi bisnismu demikian?” Si Sulung menjawab : “Saya mengikuti pesan ayah bu… Ayah bilang,  Saya dilarang menagih piutang kepada siapapun sehingga banyak piutang yg tidak dibayar dan lama² habislah modal saya.. Terus ayah melarang saya terkena sinar matahari secara langsung dan saya hanya punya sepeda motor, itulah sebabnya pergi dan pulang kantor saya selalu naik taxi, beginilah akhirnya" Sang ibu merenung, lalu sang ibu pergi ke tempat si bungsu , Ternyata si bungsu sekarang menjadi orang sukses, Sang ibu pun bertanya “Wahai anak bungsuku, hidupmu sedemikian beruntung, apa rahasianya…?” Si bungsu menjawab : “Ini karena saya mengikuti pesan ayah bu.. Pesan yg pertama saya dila...